Cara hisab yang dipakai
Alat ini menghitung posisi Matahari dan Bulan. Sebuah bulan Hijriah baru dimulai pada hari setelah petang pertama ketika, saat Matahari terbenam di titik acuan (Banda Aceh), ijtimak sudah lewat dan Bulan memenuhi kriteria MABIMS baru: tinggi minimal 3° dan elongasi minimal 6,4°. Bila belum terpenuhi, bulan berjalan digenapkan 30 hari. Kemenag menerapkan kriteria ini sejak 2022 menggantikan kriteria 2°, 3°, dan 8 jam.
Kami mencocokkan hasilnya dengan 23 tanggal resmi 2024 sampai 2027 dari penetapan pemerintah dan SKB 3 Menteri (awal Ramadan, Idulfitri, Iduladha, 1 Muharam, Maulid, dan Isra Mikraj), dan semuanya sama. Posisi astronomi dihitung dengan pustaka astronomy-engine berlisensi MIT.